Proses dan Peran Catur Sanak (Kandapat) dalam Kehidupan


Download Semua Konten PDF – 12 Bulan

Rp 100.000,00

Total: Rp100.000,00


Contoh PDF hasil dari download
Klik disini

  • Donasi untuk download semua konten yang ada di website ini ke versi PDF.
  • Hak akses download berlaku untuk 12 bulan.
  • Konten akan terus ada penambahan, dan anda bebas untuk download konten baru (selama akun aktif).
  • Pastikan menggunakan Email aktif untuk konfirmasi akun.
  • Pembayaran dengan Transfer Bank
  • Aktivasi akun mak. 1×24 jam setelah pembayaran. Mohon melakukan konfirmasi dengan membalas email jika sudah melakukan pembayaran. Tanpa konfirmasi, pihak admin tidak dapat mengetahui jika sudah ada pembayaran.

I. Konsep Catur Sanak

Catur Sanak berasal dari kata Catur yang artinya empat dan Sanak yang artinya keluarga. Jadi Catur Sanak artinya  empat saudara. Catur Sanak sama dengan Kandapat. Kandapat berasal dari kata Kanda dan Pat. Kanda dan Pat mempunyai pengertian Kanda adalah Tutur/Petuah. Pat artinya empat (Yendra, 2007 : 15).  Selain itu juga pengertian Kanda pat artinya saudara empat waktu bayi itu lahir. Diceritakan pada waktu lahir pada saat yang sama juga lahir Sanghyang Panca Mahabhuta dan Sanghyang Tiga Sakti. Beliau Sanghyang Tiga Sakti amor ring (menyatu dengan) Bhuwana Agung, kemudian dipuja semua mahkluk semua. Sedangkan Sanghyang Panca Maha Bhuta menjadi Pepatih disegala penjuru, sebagai pemelihara dunia, semua sakti tanpa ditandingi, bila dipuja, diresapi, diyakini, beliau masuk kedalam badan (Yendra, 2007 : 15).

Adapun saudara tersebut adalah ; yang paling tua (pertama lahir) Yeh Nyom (air ketuban) menjadi patih di Pura Hulun Suwi yang bergelar I Ratu Ngurah Tangkeb Langit. Beliau menjadi Dewanya Sawah, Dewanya Bumi, dan Dewanya semua  binatang. Bila didalam badan beliau berstana dikulit. Berwujud Amerta Sanjiwani. Kalau memberikan beliau sesajen bantennya ; ketipat dampulan, dengan ikan telur bokasem, canang pesucian, segehan kepelan putih, ikannya bawang jahe. atau disebut sang bhuta anggapati aksara sucinya SANG dengan arah mata angin di Timur. Yang   ke   dua   adalah   Getih   (darah)   disebut   dengan   Prajapati aksaranya BANG arahnya selatan warnanya merah, beliau sebagai dewa hutan, dewa gunung, dewa jalan, menjadi patih di pura sada, bergelar I Ratu Wayan Tebeng, sesaji beliau atau upacaranya banten ; ketipat geleng, dengan ikan telur itik, segehan kepelan barak, ikannya bawang dan jahe, canang pasucian.

Yang ketiga lamas atau Banaspati, arahnya barat aksaranya TANG bergelar I Ratu Nyoman Jelawung sebagai Dewanya kebun, upacara banten untuk beliau ketipat gangsa, dengan ikan sate gede, canang pasucian, segehan kepelan kuning, ikannya bawang dan jahe. Yang keempat Ari-ari Banaspatiraja menjadi patih di Pura Dalem, bergelar Banaspati Raja Aksaranya ANG bergelar I Ratu Ketut Petung. Untuk memuja beliau dengan banten upacara ketipat gong, ikannya telur diguling, pesucian, segehan kepelan selem, ikannya bawang dan jahe, di tambah rokok, sesari sebelas 11 uang kepeng bolong.

Idealnya semua orang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Kehidupan Manusia yang lebih baik tidak bisa lepas dari sifat atau karakter manusia dari bawaan maupun dari lingkungan disekitarnya, baik pendidikan maupun pergaulan dimasyarakat, lebih- lebih mulai dari orang tuanya kawin, memilih bibit, bebet, bobot, menentukan hari baik (dewasa ayu), dari bayi dalam kandungan hingga lahir sampai dewasa. Kesemua hal tersebut ada  didalam ajaran Catur Sanak atau Kanda Pat manusia. Untuk mewujudkan peran manusia menjadi lebih baik juga sangat diperlukan pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Terutama peran Catur Sanak dalam mengembangkan kehidupan manusia yang lebih baik atau berkarakter adalah suatu sistem penanaman nilai karakter kepada manusia yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran pada manusia yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam urusan kehidupan manusia yang lebih baik atau karakter semua komponen harus saling terkait. Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan pendidikan, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Pendidik membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku pendidik, cara pendidik berbiacara atau menyampaikan materi, bagaimana pendidik bertoleransi, dan berbangsa hal terkait lainnya. Dalam penelitian ini bagaimana menanamkan peran saudara yang bersama-sama lahir saat bayi lahir agar menjadi manusia yang lebih baik.

Pentingnya hidup yang lebih baik atau karakter yang baik, merupakan persyaratan agar kompetensi yang dimiliki seseorang dipakai secara bijaksana. Kompetensi hanya akan menjadi kekayaan dan membawa maslahat bagi orang banyak apabila kompetensi tersebut disertai dengan karakter baik. Sebaliknya orang yang berkompetensi tinggi namum karakternya tidak baik cenderung akan memakai kompetensinya untuk hal-hal yang merugikan masyarakat. Dengan demikian, apabila dalam satu masyarakat  kerusakan hidupnya meluas, maka bangsa tersebut akan digerogoti sendiri oleh warganya, atau dengan kata lain masyarakatnya akan melalukan tindakan merusak diri sendiri.

Sebuah peradaban akan menurun apabila terjadi demoralisasi pada masyarakatnya. Banyak pakar, filsuf, dan orang-orang bijak yang mengatakan bahwa faktor moral (akhlak) adalah hal utama yang harus dibangun terlebih dahulu agar bisa membantu sebuah masyarakat yang tertib aman dan sejahtera. Dalam penelitian ini untuk memjadi manusia yang lebih baik dari orang tuanya mulai kawin sampai anak lahir tumbuh dewasa dan sampai meninggal.



Baca Juga

Beryadnya dengan Sharing

Tak akan Mengurangi Pengetahuan